'ALIM : ORANG YANG MAU MENGAMALKAN ( ILMUNYA)
Assalaamu'alaykum...
Salam bijak untuk semua sahabat bijak.
Puji syukur Alhamdulillaah.. atas limpahan pertolongan , kebaikan , sehat wal'afiyah , segala ni'mat kepada kita semua (di manapun berada ).
Sudah menjadi kebutuhan setiap insan terhadap ilmu pengetahuan , baik dari ilmu tingkat dasar sampai dengan ilmu tingkat tinggi. Tentunya sesuai dengan kondisi dan kemampuan untuk mencari dan atau menerimanya.
Baik itu ilmu yang berkaitan dengan material - duniawi ( seperti ilmu : politik, ekonomi , sosial , sejarah , budaya , sosiologi , antropologi , kesehatan dan lain lain ) , maupun ilmu yang berkaitan spiritual - agamawi.
Seberapapun kesempatan dan kemampuan kita dalam mencari dan menerima keilmuan sampai saat ini , kita tetaplah bersyukur kepada Allaah Yang Maha Pemberi , dan selalu berterimakasih kepada siapapun yang telah menjadikan perantara keilmuan itu : kedua orang tua , sanak famili , para guru , dosen , ustadz ustadzah , para sahabat dan lainnya ; karena dengan bekal keilmuan itu kita mendapat jalan kemudahan dalam mencari kebenaran , kebaikan , kebijkan , di butuhkan kita manusia baik sebagai pribadi ;
sebagai bagian dari manusia lain --- mulai dari kehidupan keluarga , bertetangga , bermasyarakat , berbangsa maupun lintas bangsa );
Sebagai hamba Allaah ( menerima hidayah keimanan , meyakini terhadap aqidah ketauhidan , meyakini syareat syareat kehidupan keimanan , meyakini akan kehidupan alam akhirot dan lain lainnya.
Tetapi tentu tidak lah cukup hanya dengan bisa mencari dan menerima ilmu pengetahuan itu , lalu orang menyebutnya sebagai orang pintar ,cerdas , ahli , ' alim atau lainnya. Karena ilmu - cerdas / ' alim itu tidak akan pernah mendatangkan manfaat , hasil kebaikan , jika tidak di wujudkan dalam praktek prilaku , kenyataan , amal bhakti , kontribusi , -- yang dalam bahasa ke agama an berkaitan dengan 'amal sholih / amal kebajikan , 'amal ibadah.
Inilah hakikat nya ilmu dan orang yang berilmu. Ilmu harus terus mengalir dan bisa diketahui , dimiliki , dikembangkan siapapun dari generasi ke generasi.
Dan orang yang berilmu , selalu mengajarkan , mentransfer keilmuannya pada orang lain.
Terhusus dalam ilmu ke akhiratan ( ilmu agama ) yang menjadi landasan dari setiap 'amal / pengamalan dari semua peribadatan , harus selalu diajarkan .
Orang yang berilmu seperti ini ( islam ; orang yang 'alim ) mempunyai kewajiban untuk mengajarkan ilmu nya.
Dalam HR Bukhori :
... Sampaikanlah dariku Nabi walaupun satu ayat (ilmu)...
... Sebaik baiknya kamu sekalian adalah orang yang mau belajar dan mau mengajar kan pada alqur an...
Orang yang berilmu agama dikatakan sebagai orang yang 'alim , Itu karena dia mau mengamalkan ilmu nya. Sesuai dengan kemampuannya . Selanjutnya mau mengajarkan kembali ilmunya pada orang lain , sehingga orang yang diajari / orang yang menerima ilmunya itu juga bisa mengamalkan kesholihan , mengamalkan ibadah , sesuai dengan kemampuannya.
Akan merugi , bahkan bisa diancam dosa yg besar jika hanya pandai berbicara tapi tidak berusaha bisa mempraktekkan nya sendiri , tidak mau mengamalkannya sendiri.
: berhubungan dgn QS .Shof .61 (2-3).
Kita di ingatkan dengan yang digambarkan Rosulullaahi SAW ; HR Thobroni : gambarannya orang yang 'alim , yang mengajarkan kebaikan pada manusia/ orang lain , tetapi dia melupakan pada dirinya sendiri ( tidak mempraktekkan, mengamalkan pada kebaikan itu ) sebagaimana gambarannya lampu yang bisa menerangi pada manusia / orang lain tetapi lampu itu membakar pada dirinya.
Yang sebaiknya adalah kita berusaha untuk bisa mencari dan memiliki ilmu ( baik ilmu duniawi terlebih ilmu yang berkaitan dengan perkara akhirot , ilmu agama ) , kemudian mengamalkan ilmunya sesuai dengan kemampuannya .sampai akhirnya menjadi orang yang benar benar 'ALIM ( secara islami)
Sahabat bijak yang berbahagia , kita selalu berihtiyar untuk mendapatkan hasil yang berkwalitas , manfaat dan barokah. UNtuk itu saling mendoakan yang terbaik adalah sesuatu yg kita harapkan bersama.
Syukron - terimakasih.
Komentar
Posting Komentar