Berharap Bahagia
Assalaamu'alaykum...
Salam sejahtera utk kita semua.
Mengingat kembali masa kecil , atau ketika melihat anak anak yg sering di tanya cita citanya. Misal :
Adik... cita cita Adik mau jadi apa ??
Adik... kalau sudah besar adik pingin jadi apa ?
Si Adik menjawab : Ingin jadi pilot...
Ingin jadi dokter...
Ingin jadi Presiden..dll.
Sejak kecil memory nya dilatih utk merekam harapan harapan / cita citanya. Walaupun tdk dipahami apa yg di ucapkannya.
Semakin bertambah usia , semakin berkembang apa yg terekam dlm memory nya. ...ahirnya semakin banyak kebutuhan yg di harapkan , yg minta dipenuhinya. ( walaupun tdk seperti yg diucapkan seperti di waktu kecil).
Setelah dewasa , maikin banyak harapan harapan hidupnya. Baik harapan lahiriyah maupun harapan bathiniyah nya.
Harapan lahiriyahnya , misalnya : ingin kaya , banyak harta. Ingin menjadi laii laki yg gagah / perempuan yg cantik jelita , ingin cepat dapat pekerjaan dll.
Harapan bathiniyahnya : berharap bisa hidup tentram , damai , bisa melaksanakan ibadah yg aman , lancar , ingin tetap jadi orang yg ber ahlaqul karimah , dimanapun berada atau dlm kebersamaan dll.
Terwujudnya harapan harapan itu akan menjadikan Hati yg senang, bahagia , merasa bersyukur , hidup penuh dgn keceriaan , kedamaian .
Smg selalu si mudahkan jalannya.
Sebenarnya akan banyak jalan utk menjadikan orang itu bisa bahagia. Karena bahagia tdk hanya karna harta atau karena tahta. Ungkapan ini ya ada benarnya. Sejatinya rasa bahagia itu adalah urusan atau pekerjaan nya hati .
Rasa bahagia , bisa hadir pada siapa saja.
Rasa bahagia juga biaa hilang dari siapa saja.
Rasa bahagia, bisa tetap ada kapan saja.
Rasa bahagia juga bisa lepas kapan saja.
Rasa bahagia bisa datang dlm keadaan apa saja. Rasa bahagia juga bisa pergi dkm keadaan apa saja.
Kenyataannya , orang yg punya banyak harta tidak semua merasa bahagia. Dan orang yg merasa hidupnya pas pasan tidak berarti mereka tidak bisa bahagia.
Karena semuanya akan kembali pada keadaan hati masing masing orang.
Hal ini baru urusan di dunia nyata. Lalu bagaimana dengan keadaan di alam akhirot kelak. Yang hanya bisa diketahui dan difahami dgn keyakinan dan keimanan hati. Dan balasan kebahagiaan itu tergantung dari wujud ihtiyar amal perbuatan atas dasar iman dan ketaqwaan waktu di dunia.
Jadi ada bahagia di dunia dan ada bahagia di akhirot.
Ada bahagia sebab wujud fisik dan ada bahagia sebab keadaan penerimaan hati.
Maka selalu jadi kebutuhan kita , adanya nasihat nasihat bijak , pencerahan pencerahan secara berkesinambungan sampai menemukan kesadaran hati untuk mencari jalannya bahagia.
Untu bisa menemukan jalannya kebahagiaan , dpt di awali dengan mencari jalannya syukur. Jalannya syukur , akan berangkat dari hati yang Ridlo nerimo, dan berjalan bersama sama dengan keshabaran , serta diiringi doa dan hati tawakkal pd Allaah.
InsyaaAllaah.
Semoga kita semua diberi Oleh Allaah selalu bisa berbahagia.kapanpun dan dimanapun.
Aamiinn
Mantap...alhamdulillah
BalasHapus