Keluarga dan Generasi Unggul

Assalaamu'alaykum...
Salam  kompak selalu.

Kita  semua  berharap  dan berdoa  untuk dijadikan Keluarga yang  Sakinah , Mawaddah waRohmah  , diberikan  keturunan , anak cucu yang sholih sholihah , yang sukses dunianya dan sukses akhirotnya.  Dengan doa doanya  lalu diikuti dengan ihtiyar ihtiyar , usaha usaha untuk.memudahkan terwujudnya  apa  yang menjadi harapannya.

Sejak pasangan baru / terbentuknya kekuarga kecil , , mulai menganyam  serat serat cinta dan kasih sayangnya -- sebagai suami istri.
 , mulai belajar untuk memahami hak  dan  kewajibannya  masing nasing.

Dengan berjalannya waktu , suami- istri  mulai memikirkan dan berangan angan si buah hati yang dikandungnya  . Bagaimana  kesehatannya , nanti kelahirannya dan lain lain..
Bagaimana  keseharian  bisa hidup dengan tentram  dan bahagia  dengan  curahan saling  kasih sayang. .

Setelah berstatus  sbg bapak dan atau ibu  dengan hadirnya  si buah hati ,  tugas dan tanggung jawab  orang tua menjadi semakin berkembang. Menyadari bahwa Allaah menitipkan Amanah  berupa "anak" kepadanya . Orang tua , terutama seorang ibu yang banyak  bersentuhan langsung dengan si anak , beliau  yang merawat dengan cinta  , kasih sayangnya . Kesibukannya dengan merawat/ meramut si anak , bukanlah  sebagai beban hidup nya .  Karena semua itu  atas dasar ketulusan menerima amanah Allaah  dan sekaligus  menjadi kewajibannya untuk menjaga ,  meramut kebutuhan lahir dan bathinnya. Atau urusan  duniawinya , masa depannya , sampai dengan  urusan akhirotnya.

Orang tua selalu menginginkan  anaknya bisa tumbuh dan berkembang dengan  baik , normal ,  sehat wal 'afiyah. Orang tua  sudah merencanakan  harapan harapannya /  target untuk  masa depan  anaknya. Setiap  saat  anak selalu  di didik secara infirmal  menanamkan nilai nilai moral , etika  , walaupun secara sederhana.   

Untuk menambah kebutuhan  dalam hal pembinaan si anak , orang tua  merasa perlu menitipkan anak anak nya  ke lembaga lembaga non formal , ke tempat tempat  pembinaan ahlaq ,  memanggil guru guru kerohaniaan ( dlm islam :  ustadz  - ustadzah / guru ngaji atau  mencarikan sekolah sekolah  plus dll.
Semua usaha orang tua  dalam rangka  supaya  anaknya punya bekal spiritual, menanamkan nilai nilai religius  untuk menguatkan keimanannya di kemudian hari.

Guru / ustasz ustaszah  diberi amanah oleh orang tua  si anak , untuk membantu atas pendidikan dan pembinaan anak , melengkapi apa yang sudah diupayakan orang tua.
Hakekatnya  antara orang tua dan  guru, punya tujuan yang sama  dalam.hal  pembinaan anak .
* bagaimana anak  bisa menyerap ilmu keagamaan , melengkapi apa yang diajarkan di sekolah.
*bagaimana anak semakin matang  dalam memahami masalah adab / budi pekerti , tatakrama  dan bisa mengetrapkannya dalam kehidupan nya sehari hari.
* dan seterusnya..

Dalam  rangka mewujudkan tujuan  tujuan/ target pembinaan tersebut , di rasa perlu  adanya  koordinasi , saling memberi informasi dan evaluasi  tentang  kondisi anak :
 bagaimana  keadaan  anak dlm pengusaan materi ,menerima dan memahami  keilmuan yang sdh di ajarkan guru / ustad ustaszah nya. Yg selanjutnya  bisa di praktekkan dengan  prilaku / budi pekerti nya dll. Sebagai hasil dari pembinaan orang tua dan guru.

Kalau ada kendala kendal dalam pembinaan  anak - atas daaar dr saling informasi itu  maka secepatnya dicarikan jalan keluarnya. Sehingga semua pembinaan dapat berhasil dengan maksimal. Bisa mencetak  generasi unggul  yaitu  anak bisa berhasil dlm .penguasaan ilmu dan  anak bisa  memiliki tabiat / budipekerti luhur.
Inilah  kebanggaan kita , orangtua .
harta yang tidak ternilai  dengan apapun.
Anak yang sholih / sholihah.
Aamiinn

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENJAGA KEBAHAGIAAN

'ALIM : ORANG YANG MAU MENGAMALKAN ( ILMUNYA)

Berbagi Manfaat Baik