KEMBALI
Assalaamu'alaykum..
Salam damai sll
Setiap insan terlahir dalam keadaan Suci
(Ibarat lembaran kertas yang putih mulus). Tentunya bagi nya tdk terbeban salah / dosa . Ada istilah bahwa Anak tidak ikut menanggung dosa dari sebab kesalahan si orang tuanya , dikala si orang tua terseret pada perbuatan salah dan menyebabkan lahirnya si anak.
Dengan keadaannya yg terlahir suci itu dalam.perjalanannya yang sangat mempengaruhi keberadaannya adalah orang orang terdekatnya - orang tuanya. Dialah yang akan menulis di kertas putih itu. Apakah tulisan nya punya arti atau sekedar corat coret tanpa makna bahkan menjadi kotor.
Orang tua lah yang memudahkan menjadikan si anak , menjadi orang yang baik / yang benar / yang beriman atau sebaliknya.
... setiap insan dilahirkan okeh ibunya atas fitroh( suci , tanpa dosa) setelah itu orang tuanya lah yang menjadikan anak itu menjadi yahudi , nashara , majusi . Jika kedua orang tuanya muslim maka seharusnya anaknya juga muslim (al hds.) (1)
Bagi kita - para orang tua , anak sebagai ni'mat Allaah yang bisa mengalirkan pahala untuk di nikmati di akhirot. Dan tentunya menjadi pelengkap kehidupan dunianya , dengan segala romantikanya.
Sehingga orang tua be3tanggung jawab bagaimana memberikan bimbingan dan menansmkan kebenaran , keimanan pada anaknya.
Dalam perjalanan waktu proses kehidupan manusia selalu terjadi tarik menarik antara pengaruh yang baik dan pengaruh yang jelek.
..dan sesungguhnya keimanan itu adakalanya bertambah dan adakalanya berkurang(2).
Di saat keimanannya bertambah naik , lalu ada pengaruh baik yang masuk , maka keimanan akan semakin kuat. Sehingga terlihat dalam amal ibadahnya , amal sholihnya , amal sosialnya semakin maksimal , semangat.
Di saat keimanannya turun lalu bersamaan dengan dengan masuknya pengaruh yang jelek ( yang jelek lebih menguasai keimanannya) maka sangat mungkin seseorang akan jatuh pada qodar salah.
Di saat seseorang / kita berada pada kondisi qodar salah , melakukan perbuatan perbuatan dosa , maka tdk ada jalan yang paling bijak kecuali cepat cepat kembali pada yang benar
Menyesal lah atas perbuatan salah - dosanya yang sudah dikerjakannya, dengan sungguh sungguh menyesal. Karena hal ini termasuk bagian dari proses pertaubatannya..
Dengan pertaubatannya , tidak terbesit sedikitpun untuk mengulangi perbuatan salah/ dosanya.
Lakukan permohonan maaf / ampunan atau beristighfar yang se banyak banyaknya , sembari berharap supaya tidak samapai mengulangi lagi kesalahannya.
Semoga kita semua selalu dalam Perolongan Allaah , dalam Rohmat dan Ampunan Allaah. Aamiinn.
Sifat " benar " itu dapat juga berkaitan dengan bab hukum. Sumber pokok hukum adalah rujukan dari hukum hukum turunannya/ dibawahnya. Sehingga tidak boleh ada yang bertentangan dengan sumber hukum nya.
Termasuk juga:... apabila terjadi perselisihan di dalam sesuatu hal ,maka mengembalikanlah kepada (hukum) Allaah dan RosulNYA... (3).
Sehingga semuanya dalam kejelasan dan pemahaman yang sama .
........
Berhubungan dengan:
(1) HR Muslim. Dari abu hurayrah.
(2) HR Muslim
(3) QS 4 : 59
Komentar
Posting Komentar