Suratan Taqdir
Assalaamu'alaykum...
Salam Santun untuk kita semua.
Hampir setiap saat , baik secara pribadi atau bersama sama ada saja aktifitas dalam rangka untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Karena manusia , kita adalah mahluq yang dibri naluri dan nafsu. Aktifitas aktifitas kecil seringkali tidak perlu banyak menguras pikiran. Dan dengan idizinNYA semua bisa berjalan dengan semestinya, dan kadang kala kita tidak menyadari hal itu.
Pada Keinginan keinginan / kebutuhan kebutuhan lainnya , kita kadangkadang di hadapkan hal hal yang sifatnya tantangan , untuk bisa di sikapi dengan lebih semangat dan kerja keras. Ada pula yang menjadi hambatan/ gangguan yang perlu disikapi dengan kewaspadaan , keberanian dan mencari cara /'strategi baru. Semuanya untuk suatu keberhasilan atau tercapainya tujuan.
Begitupula dalam kebutuhan kebersamaan; akan ada aktifitas aktifitas , yang dipersiapkan scr bersama sama. Bahkan disiapkan kepanitiaannya secara lengkap - berbagai team work mulai dari team.pengarah/ penanggung jawab/ team pelaksana langsung , dan seterusnya dengan tugas dan tanggung jawab masing masing. Semua terencana dengan baik , harapannya agar kegiatan itu bisa berjalan dengan baik pula , untuk mewujudkan kesuksesan bersama.
Adakalanya usaha kita dengan rencana yang sebaik baiknya itu , bisa berjalan dengan lancar sesuai tahapan tahapan yang sudah direncanakan. dan diberi keberhasilan dengan sangat memuaskan.
Adakalanya pula dengan persiapan yang sudah bagus , hasilnya tidak sesuai harapan bahkan dikatakan gagàl.
Sifat manusiawi kita kadang muncul dalam menyikapi keadaan.
Suatu ketika dikala menuai keberhasilan , tercapai apa yang diinginkan , tercukupi apa yang menjadi kebutuhannya , kita merasa sangat senang/ bahagia, dengan rasa syukur pada Allaah atas segala pertolonganNYA.
Ini adalah sikap bijak.
Adapula sebagian yang lain , menganggap hal yang biasa biasa saja , merasa wajar mendapatkan keberhasilan , karena memang sudah bekerja keras , menata setiap tahapan dan sebagainya. Tapi lupa bahwa yang menggerakkan dan menjadikan demikian itu , yang menata dia bisa merencanakan seperti itu, sampai menjadikan berhasil itu adalah Allaah . Dia merasa bahwa keberhasilannya kare faktor kesungguhannya sendiri.
Ini yang tidak bijak .bahkan dianggap salah dari sisi keimanan beragama.
Dua sifat dan sikap yang berbeda dan bertolak belakang.
Bisa jadi -suatu ketika - apa yang sudah direncanakan mengalami ketidak berhasilan , mengalami kegagalan. Secara manusiawi , awalnya orang akan mengalami kekagetan, bertanya tanya, bahkan muncul rasa susah, sedih. Lalu dia tersadar , mulai berusaha shabar , mulai menata perasaan dan hati nya , bahwa apa yang sudah dilakukannya adalah sarana ihtiyarnya dan semuanya akan kembali pada KehendakNYA..
Dia menyadari dan meyakini bahwa uapaya baiknya tdk akan sia sia , sudah ditulis sebagai kebaikan - pahala. Dan dengan keshabaranya menerima apa yang dianggap cobaan( belum berhasil ) tetap akan berbuah kebaikan - pahala.
Sehingga dia merasa tidak ada orang , siapaun yang harus dipersalahkan . Karena ini memang sudah menjadi suratan taqdir dari NYA.
Inilah sifat bijak !
Tapi adapula sebagian yang lain , yang merespon ketidak berhasilannya / kegagalannya dengan sikap kekecewaan nya. Bahkan sangat kecewa , karena dengan pengorbanan dan usahanya yang sudah begitu banyak. Tetapi mengalami kegagalan. Lalu muncul pikiran pikiran / prasangka prasangka jelek. Kadang orang lain dijadikan kambing hitam atau penyebab kegagalan tersebut. Dll
Belum bisa menyadari bahwa ada dzat yang Maha berkehendak.yaitu Allaah. Dengan sikapnya yang blm bisa menerima suratan taqdir dari NYA menyebabkan dia akan semakin tambah susah , karena muncul sifat kebencian kebencian , drengki , meremehkan orang lain dsb.
Dua sifat dan sikap yang berbeda dan bertolak belakang !
Hikmah apa yang ada dalam/ bisa diambil dari hal di atas ? Sebagai orang di beri Keutamaan dan Rohmat Allaah, kita berusaha tetao meyakini dan menetapi aapa yang sudah ada Aturan aturan dan PetunjukNya.
(Dalam Islam) kita meyakini bahwa segala sesuatu itu diciptakan Allaah sudah dengan qodarNya. (1)
Bahkan di jelaskan , Allaah menentukan qodar manusia , 50.000 tahun sebelum Allaah menciptakan langit dan bumi.(2).
Kewajiban kita welwnjutnya adalqh mengimani adanya qodar Allaah(baiknya qodar atau jeleknya qodar). Karena hasil atau manfaatnya dari iman terhadap qodar Allaah itu adalah Allaah akan menghilangkan kesusahannya orang itu.(3)
Dan kita terus merajut doa doa kita , semakin mendekatkan diri kita pada Allaah - dengan ibadah ibadah kita , untuk mengawal dan mendampingi setiap ihtiyar nya. Karena dengan doa doa itu Allaah akan merubah qodarNYA , untuk menjadi qodar yang baik untuk kia.
Inilah hidup dan kehidupan manusia yang tidak akan lepas dari apa yang sudah menjadi Suratan Taqdir / dari KehendakNYA.
Semoga kita semua diberi Taqdir taqdir yang baik oleh Allaah , dijadikan hambaNYA yang diberi bisa menetapi KebenaranNYA , dijadikan hamba yang sholih , yang beruntung , yang selamat , yang bahagia dunia sampai akhirot. Aamiinn.
........insyaaAllaah
Berhubungan dengan :
(1) QS al Qomar 49., al Ahzab 38.
(2) HR al Muslim(dr Abdillah bin 'amr bin 'Ash . HR atTirmidzi kitabul qodar.
(3) HR alHakim dari Abi Hurayroh.
Alhamdulillah..barokallah..
BalasHapus