Ni'mat dengan mensyukurinya , bersyukur adalah ni'mat
Ada yang masih tersisa dalam ingatan , dari pituah orang orang bijak . Semoga senantiasa bermanfaat dan memberikan banyak kebaikan kepada kita semua.
Bahwa proses kehidupan kita pada umumnya dari tiada , lalu ada dan dihidupkan sampai sekarang. Awalnya lemah kemudian diberi kekuatan. Dan berjalan bersama waktu sampai ahirnya kembali kepada Allaah al kholiq.
Saat ini kita dlm perjalanan kehidupan dunia , dan Allaah dzat Yang Maha Pencipta juga telah menyiapkan kebutuhan hidup mahluqNYA , termasuk kita manusia. Begitu banyak pemberian Allaah kepada kita - yang sudah kita sama sama meni'matinya - yang tidak mampu kita menghitungnya *
Beruntung pula , karena kita tidak diperintah untuk menghitung ni'mat ni'mat Allaah itu. Tetapi kita harus menyadari bahwa dengan ni'mat Allaah itu manusia /-kita harus bisa menyikapi dengan benar yaitu mensyukurinya.
Mensyukuri ni'mat Allaah itu adalah
- sebagai perintah , yang wajib dikerjakan bagi kita / hamba yang beriman.
- sebagai bagian dari kewajiban ibadah ,
- sebagai tanda dari keimanan ,
- sebagai bagian dari amalan sholihan ,
- sebagai bagian dari tanda tanda ahli surga,
- sebagai bagian dari ahlaqul karimah ,
- sebagai bagian dari ni'mat Allaah itu sendiri.
Sehingga kalau sampai ada manusia - diantara kita yang tidak mau bersyukur dengan ni'mat atau pemberian Allaah itu berarti mereka manusia itu /- kita , tidak mau melaksanakan perintahNYA,
-berarti tidak mau melaksanakan kewajibannya ,
- berarti dalam kondisi kufur ni'mat,
- berarti meninggalkan bagian amal sholih nya,
- berarti ada bagian ahlaq yang kurang ,
- berarti kita bisa dalam " ancaman " mendapatkan kejelekan , kerusakan atau siksaan.
Semoga kita semua senantiasa bisa bersyukur atas ni'mat / pemberian Allaah , karena kita ingin selamat dengan pertolongan Allaah di dunia sampai di akhirot.
Bagaimana praktek syukur kita , atas ni'mat Allaah itu ? Seringkali kita mendengarkan / menerima tausiyah , pitutur dari guru guru kita bahwa mensyukuri ni'mat itu mulai dari hati , lisan dan amal perbuatan kita.
Hati yang bersyukur adalah hati yang selalu dalam kondisi Ridlo , senang menerima pemberian /- ni'mat dari Allaah dan kebaikan (yang dilewatkan ,perantaraan ) dari sesama manusia.
Lalu Hatinya disiapkan di tata untuk bisa tunduk dan pasrah - dalam hidayah iman dan taqwa kepada NYA.
Terhadap kebaikan sesama , kita siapkan hati kita untuk bisa empati , menyaudara , berbagi kebaikan dan perhatian.
Inilah sebagian dari rasa syukurnya hati atas datang nya ni'mat , kebaikan pada kita.
Begitu pula dengan lisan kita , yang selalu digerakkan untuk ingat Allaah , banyak mengucapkan kalimat memuji Allaah , Alhamdulillaahi Robbil 'aalamiinn , yang tersambung dengan hati nya.
Ucapan Tahmid yang ihlas , yang tersambung dengan hati , akan melahirkan prilaku prilaku bijak dan baik , prilaku yang mencerminkan pada perkara perkara akhirot , yaitu meningkatnya kualitas amal ibadah dan semakin memperbanyak amal sholih nya dalam kehidupannya sehari hari.
Dikala kondisinya sehat kuat, dengan kesehatannya, kekuatannya maka lebih memanfaatkan untuk semangat di jalan Allaah , sll dlm meningkatkan amal kebajikannya , semangat dlm keilmuan , semangat mencari pahala. Dan lainnya.
Dikala diberi kelebihan harta , bisa semakin lebih dermawan , baik untuk kepentingan keagamaan, kelancaran ibadah maupun kemasyarakatan. Hartanya dibuat bisa mendatangkan "manfaat baik " baik bagi dirinya , keluarganya , lingkungan sekitarnya atau dengan sesamanya.
Dikala diberi kelebihan ilmu dan pengalaman , maka bisa menjadikan ilmu yang manfaat , meraih pahala jariyah dengan ilmu dan pengalamannya . bisa saling berbagi ilmu dan pengalaman untuk kebaikan bersama.
Inilah bagian dari kesyukuran. Selalu bisa mewujudkan kebaikan kebaikan selanjutnya. Baik bagi diri kita dan bagi orang lain.
Karena itu orang / kita yang ditaqdir , diberi bisa menjadi hamba yang ahli syukur , sangatlah beruntung dan ini adalah pemberian / ni'mat Allaah . Karena tidak setiap hamba Allaah diberi keutamaan sebagai ahli syukur.
Begitu sangat pentingnya urusan bersyukur itu , karena pada hakikatnya bersyukur itu bukan sekedar urusan lahiriyah belaka , tapi yang lebih mendasar lagi yaitu terjaganya keimanan dan ketaqwaan seseorang.
Dengan kesyukuran , berarti kita telah menjaga , memelihara sebagian dari ke aman an nya keimanan dan ketaqwaan kita. Untuk lebih aman nya lagi Tentu perlu penjaga yang lain , seperti : keshabaran , kesungguhan , doa dan ihtiyar lainnya.
Orang bijak mengingatkan kita "mencarilah jalannya kesyukuran".
Kalau kita merasa sudah bisa bersyukur atau merasa sudah banyak bersyukur, rasanya sdh semua pemberian di syukuri , maka supaya terus dicari jalan untuk bisa bersyukur lagi. Sehingga rasanya tidak ada alasan untuk berhenti bersyukur.
Misalnya saja , setiap saat Allaah memberi ni'mat pada kita berupa bisa bernafas ,
bisa menghirup udara segar dengan gratis , dan lain lainnya. Justru kalau diperbandingkan antara kesyukuran kita dengan ni'mat Allaah , belumlah cukup , belum sebanding.
Karena itu kita terus berusaha "mencari jalan" supaya kita bisa bersyukur, Menjadi ahli syukur , semua atas idzin dan pertolongan Allaah.
InsyaaAllaah.
Semoga kita semua terpilih menjadi hamba hamba Allaah yang ahli syukur.
Kalau ada kekurangan , kesalahan , semoga selalu dalam AmpunanNYA.
Aamiinn.
Alhamdulillah..barokallah
BalasHapusMhn Koreksinya. Syukron
BalasHapusMhn koreksinya. Syukron
BalasHapus