DIRGAHAYU NEGERIKU
Assalaamu'alaykum WR WB.
Puji syukur alhamdulillaah.. kita semua sama sama bisa menikmati besarnya pemberian Allaah / ni'mat Allaah yang tidak terhitung.
Saat ini kita berada di bulan Agustus , bulan yang penuh makna. Bulan di proklamerkannya kemerdekaan Bangsa - Negara Indonesia. Setelah 3 , 5 Abad terjajah.
Sejarah mencatat , begitu beratnya penderitaan ( baik lahir dan bathin ) Bangsa Indonesia - dengan kejamnya dan biadabnya para penjajah.
Begitu juga Semangat juang para tokoh dan para pejuang bangsa Indonesia yang selalu bersama rakyat dalam berjuang membela harkat dan martabat Bangsa dan negara tercinta Indonesia ini. Dalam waktu yang sangat panjang +/- 350 tahun - dari generasi ke generasi berikutnya , sampai akhirnya Allaah menganugerahkan ni'mat kemerdekaan Bangsa - Negara Indonesia , atas upadaya , ihtiyar , perjuangan segenap Bangsa Indonesia.
Sahabat bijak yang berbahagia...
Admin bijak kali ini akan menyampaikan bait bait puisi , yang penuh makna dari perjalanan sejarah perjuangan bangsa indonesia sampai saat ini (77 tahun) sudah menikmati , mempertahankan dan mengisi kemerdekaan ini.
Tentu saja para sahabat bijak akan bisa memaknai yang lebih dalam , lebih sempurna , lebih aplikatif , bahkan bisa lebih fokus sesuai dengan bidang bidang pemahaman dan pengalaman sahabat bijak.
Bait bait puisi ini terlintas dalam perasaan , pikiran , jiwa Admin di saat hadir dalam tasyakuran HUT RI ke 77 di lingkungan R T dengan lingkup yg terbatas dari berbagai sisi ( lingkungan sekitar , waktu dan keadaan lainnya ). Namun Admin yakin bahwa goresan pena ini kiranya dapat memberi inspirasi dalam mengembangkan pemahaman yang lebih luas dan positif.
Bait bait puisinya :
BAKTI ANAK NEGERI
-----------------------------------
Ber abad abad Bangsa kita terjajah
Jiwa raga karsa tersiksa tergoyah
Duka derita nestapa yang amat parah
Karena tipu daya si terlaknat penjajah.
Perjuangan terus berkobar disetiap generasi
Ihtiyar jihad untuk ibu pertiwi
Bambu runcing menjadi senjata sakti
Berselimut doa , Rohmat ilaahi Robbii
Cita cita suci kokoh terpatri
Bergelora bakar nyali anak negeri
Pantang mundur bulat tekat mengabdi
Tuk merdeka , merdeka harga mati
Kini usiamu 77 tahun sudah
Mentari selalu menyapa menebar berkah
Purnama pun mempesona tersenyum indah
Puji syukur tersanjung atas anugerah
-------
Dari judul puisi ini , ada yang terlintas dari diri Admin bahwa kita , rakyat - bangsa ini secara kodrati terlahir ke muka bumi ini punya kewajiban untuk mengabdi , beramal bakti , berprilaku yang bernilai ibadah. Baik dalam hal berkeyakinan sebagai hamba Allaah Tuhan yang maha kuasa , maupun dalam hal berkehidupan bersama , mulai dari lingkungan keluarga sampai dlm hal berbangsa bernegara.
Admin memilih judul : " Bakti Anak Negeri" ( dalam nuansa HUT RI ini ) akan memberi gambaran bahwa segala pemikiran , sikap , prilaku , dan hal hal yang menunjang terhadap bangkitnya perjuangan dalam menghadapi ( para penjajah - siapapun) ; adalah kewajiban , bakti , pengabdian, suatu ibadah yang harus di laksanakan, harus di tegakkan. Begitu pula dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan -- dalam suasana aman , damai , sejahtera.
Pada bait pertama dari puisi di atas , sebagai gambaran bahwa dalam waktu yang sangat lama ( +/- 3 ,5 abad , bangsa kita hidup dalam belenggu penjajah. Dengan kekejaman , penindasan , kerja paksa dan perlakuan perlakuan yang tidak manusiawi dari penjajah , menyebabkan penderitaan lahir bathin yang berkepanjangan , dari generasi ke generasi berikutnya bangsa kita. Sehingga dlm baris ke 4 dari bait pertama itu , sampai ahirnya ( si penjajah) di cap , di anggap sebagai orang yang terlaknat ( dilaknat Allaah).
Di bait ke dua merupakan gambaran semangat berjuang yang tidak pernah padam ( dari bangsa Indonesia / dari generasi ke generasi selanjutnya ). Adanya ungkapan " hilang satu , tumbuh seribu ". Semangat ini terus bertumbuh , karena suatu tekad dan keyakinan yang kuat bahwa wajib hukumnya dalam berusaha keras , membela - berjihad demi Bangsa dan Negara yang di cintai nya. Sekalipun dengan sarana persenjataan yang apa adanya ( sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan persenjataan penjajah ).
Sangat melekat bagi kita bangsa indonesia bahwa "Bambu Runcing" menjadi simbol akan kondisi bangsa kita. Namun semua itu menjadi pembangkit keberanian para pejuang kita menghadapi penjajah. Dan pertolongan Allaah , Rohmat Allaah selalu menyertai setiap langkah para pejuang.
Begitu juga di bait ke 3 , menggambarkan bahwa semua yang mendasari semangat perjuangan dari para pejuang kita adalah karena Niat dan tujuan yang suci untuk terbebas dari segala penjajahan. Tidak ada rumus : Mundur , lari dari medan perang. Dengan niat ibadah dan mengabdi untuk Nusa dan Bangsa , supaya menjadi Negara yang Merdeka - berdaulat. Walaupun dengan risiko mati di medan perang , mati sebagai syuhada'.
Dan ahirnya , Allaah Tuhan Yang Maha Kasih Sayang memberikan ni'mat kemerdekaan.
Kini Kemerdekaan Bangsa dan Negara Indonesia dari penjajah telah berusia 77 tahun. Yang Dalam perjalanannya banyak dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara Yang mewarnai. Syukur Alhamdulillaah , Allaah senantiasa memberikan pertolongan dan solusi yg baik. Dalam bait ahir , tercermin begitu besarnya ni'mat Allaah terhadap Bangsa Indonesia.
Kata " Mentari " menjadi perlambang kehidupan Bangsa kita yang terus membaik di segala bidang. Kebutuhan lahir - bathin kita merasa tercukupi , tersedia , sarana -prasana disiapkan untuk mempermudah , melancarkan keberhasilan sgl urusan masyarakat - bangsa ini.
" Purnama/ rembulan" yang menyertai mentari , adalah simbol dampak positif , hasil dari berbagai usaha , upadaya , cita cita , program yang direncanakan. Sehingga menjadikan Bangsa kita Hidup dalam Damai Sejahtera , tentrem ayem , bahagia lahir bathin dalam kebersamaan. Berhasil penuh Barokah. Oleh karenanya ditutup dgn kalimat syukur pada Allaah Yang Maha Menolong.
Sahabat bijak yang budiman.
Tentu dari hal hal yg terlintas dan tertulis ini sebagai oleh oleh admin dari tasyakuran HUT RI kali ini. Sebagai konsep yang nantinya bisa di perdalam dan di perluas oleh sahabat sahabat sekalian , sesuai dengan bidang dan Keadaan nya masing masing.
DIRGAHAYU NEGERIKU / yg ke 77
Komentar
Posting Komentar