MENUJU YANG HALAL
Asalaamu'alaykum ,
salam bijak utk kita semua.
Sebelum menjelajahi luasnya sisi kehidupan dan perkembangan jaman dari waktu ke waktu , admin benar bijak , memanjatkan puji syukur Alhamdulillaah atas segala limpahan ni'mat ; ni'mat hidayah , ni'mat sehat wal'afiyah dan ni'mat ni'mat lainnya yang tdk mampu kita menghitungnya.Demikian juga kpd UtusanNYA dan warosatul ambiyak yang telah mengajarka Sunnah sunnahnya. Kepad kita semua.
Kita hidup seperti sekarang ini di " jaman Globalisasi " , jaman seolah tanpa sekat jarak dan waktu , dengan cepatnya perkembangan informasi dan tehnologi.
Tentu banyak dampak positif , manfaat dan hal hal yang menguntungkan dalam kehidupan ini. Karena bisa membeeikan banyak kemudahan , penghematan waktu , peningkatan penghasilan , dan manfaat lainnya. Namun di sisi lain tentu ada dampak negatif yang di timbulkan , sebab sikap yang tidak bijak dalam menjalani perkembangan jaman ini.
Globalisasi mewarnai kehidupan , dengan semakin mudah tersebarnya kerusakan kerusakan dsri budaya kuar yang tidak sesuai bahkan bertentangan dengan budaya ketimuran , yang masih beroegang teguh dengan kesopanan , moralitas dan nilai nilai religius. Tersebarnya keharoman keharoman dalam hal makanan , minuman , termasuk berbusana.
Juga dalam hal pekerjaan , usaha usaha , perdagangan atau transaksi transaksi yang tidak syar'iy. Mudahnya di akses pornografi- porno aksi dan pergaulan bebas , dan lain lain.
Di pihak lain banyak yang sudah mulai menyadari akan keadaan ini dengan bukti semakin getilnya pembinaan pembinaan mental spiritual keoasa generasi penerus - anak bangsa , baik di lingkungan formal dan nonformal.
Juga pergerakan ekonomi , usaha usaha , yang berbasis syariah - di per bankan , di perkoperasian , di dunia usaha swasta dan lain lain. Upaya ini hakikatnya adaka keinginan kuat untuk meninggalkan kehariman keharoman menuju transaksi transaksi yang Halalan Thoyyiban.
Pada dasarnya setiap orang selalu ingin yang terbaik dari setiap keadaan . Dari setiap upadaya , dan dari setiap akibat yang ditimbulkan atau dari hasil yang akan diperoleh. Dan Agama mengajarkan , menata , mempedomani dari semua aktifitas kehidupan kita , termasuk dalam berinvestasi , bertransaksi , menjalankan usaha.
Maka..bersama dengan nilai keyakinan yang kita pahami untuk menuju pada Halalan Thoyyiban dari aktifitas usaha ( baik lewat media digital atau secara langsung /nyata ) , setidaknya ada 7 hal yang harus dijahui , harus di tinggalkan ;
1. Riba ( lebihan, tambahan )
Macam transaksi atau usaha , apakah karena perbedaan takaran , perbedaan tempo , karena terjadi dua harga , karena tambahan yang di syaratkan ,, yang menyebabkan Riba. Sehingga menjadikan usaha yang di haromkan.
2. Gharar ( ketidak pastian )
Suatu jenis usaha , transaksi , atau investasi yang mengandung unsur ketidakpastian , ketidak jelasan baik objek usahanya maupun akibat yang akan terjadi dari transaksi atau usaha tersebut.
3.Dharar ( merugikan , merusak )
Suatu aktifitas transaksi , usaha yang merugikan orang lain , menjadikan kerusakan pada yang lain.
Bisa jadi dengan segala macam cara seseorang dapat untung ( secara duniawi ) atas transaksinya, tetapi menjadikan kerugian , kerusakan pada yang lain - teman usahanya.
4. Maysir (perjudian , untung untungan)
Jenis usaha , transaksi , investasi yang di lakukan dengan mengandung unsur perjudian perjudian, untung untungan.
Kalau pas ada nasib"baik" ya bisa untung (secara duniawi). Kalau lagi belum nasib "baik" ya bisa kalah , bisa rugi .
5. Suhtun (barang harom)
Macam aktifitas usaha , transaksi , investasi dari objek yang harom.
Atau dengan cara yang harom seperti jual beli dengan dua harga. Misalnya transaksi jual beli sepeda motor . Kalau beli , bayar kontan dengan harga 15 juta. Tapi kalau bayar di cicil , dihargai 17 juta.
6.ma'shiyat ( melanggar hukum )
Aktifitas usaha , transaksi yang bertentangan dengan hukum yang berlaku. Terutama hukum agama ,
7. Risywah ( suap menyuap )
Suatu aktifitas transaksi suap menyuap terutama kepada pihak yang punya kekuasaan , juru hukum ,secara sendiri atau lewat orang lain sehingga bisa mempengaruhi - merubah kebijakan dan keputusannya menjadi tidak semestinya.
Semoga kita semua bisa menjauhi hal hal di atas , yang mengandung keharoman dan menjadikan hidup jauh dari kebarokahan. Aamiinn.
Mhn komentar nya
BalasHapus